Simple Black And White Photo Tracing (Vector)
Less Talk! More Do!
I used Inkscape but you can use another vector based software such as Adobe Illustrator, Corel Draw and others.
Black it! White it! But make sure you follow the contrast flow.
Don’t afraid to use the white fills.
Always look at big picture, and don’t forget to see what’s happening below the black and white fills.
Delete the original photo and enjoy your artwork!
regards
furiku88
Senam Pagi Hore
Itu hari Jumat, Itu hari dimana saya mulai menuliskan post ini. Itu hari waktu pagi. Hari itu saya bangun pagi, bukan karena ingin, bukan karena suka, bukan pula karena kebetulan. Itu karena kantor saya, bukan kantor milik saya, tapi kantor tempat saya menjadi trainee menetapkan dengan semena-mena bahwasanya setiap Jumat pagi haruslah diadakan senam pagi, dan tahukah kamu bahwa kalimat ini sungguhlah amat sangat panjang apalagi jika saya tambahkan penjelasan bahwa kalau kalimat yang saya katakan ini amat sangat panjang?
Jadi pagi itu saya mengikuti senam pagi dan tentu saja bukan saya saja, adalah itu si Deni, itu si Yuda, itu si Rommy, mana si Ardit? Ah itu dia telat, dan seluruh pegawai kantor. Saya mulai sadar bahwa di dalam barisan senampun ada itu yang namanya pola pengelompokan. Pengelompokan ini biasanya berdasarkan di mana orang itu berletak saat senam. So, saya bagi menjadi 3 golongan penting menurut barisan yaitu baris depan atau kita sebut barisan” 120%”, baris tengah alias barisan “eksis”, dan baris belakang alias barisan “peduli amat dengan senam yang penting sarapannya”.
Baris Depan / The 120% People
Barisan ini adalah tempat manusia-manusia yang diberkahi dengan “kreatifitas” dan tenaga yang “agak” berlebih. Jadi ketika instruktur senam mengajak jalan di tempat maka mereka merasa itu adalah hal yang membosankan dan mulai berlari mengelilingi lapangan sepak bola. Ketika instruktur mengajak untuk menengadahkan kepala mereka merasa itu belum cukup dan melakukan kayang. Terakhir saya melihat mereka melakukan tarian memanggil hujan ketika instruktur berusaha mengajari gerakan poco-poco.
Baris Tengah / Gue Senam Maka Gue Eksis
Barisan ini adalah tempat di mana mereka yang eksis bertempat tinggal dan membangun peradaban. Kenapa berada di tengah? Oh, mereka haruslah mandi dulu, dandan dulu, pakai bedak dulu, dan memilih baju dan celana senam (Ooh! Look at that ass!) yang matching. Makanya mereka mendapatkan barisan tengah. Mereka menikmati senam sebagai ajang untuk berkumpul bersama kawan-kawan.
Baris Belakang / Nom Nom Nom
Mandi? Nanti sajalah. Baju? Ya, yang dipakai tidur tadi malam. Senam? Kami penganut gerakan ekstrimis minimalis. Sarapan? MANA!? BERIKAN SIOMAY ITU!! UOAAAAGH!!! THIS IS SPARTAAAAAAH!!!
ttd
Furiku88
MERRY CHRISTMAS 2011!
Ada beberapa hal yang harus saya kerjakan, dan kondisi-kondisi yang tidak memungkinkan saya untuk “menggambar” dengan” benar”. Tapi saya sempatkan untuk menggambar sketsa ini. Selamat Natal bagi kawanku yang merayakan!
Bukan 1000 Candi
At Last Officially New Post!
Hi! Apa kabar? Jangan dijawab, saya nanti harus berpura mengerti akan keadaan kamu, berpura-pura simpati, berpura-pura menjawab bahwa saya mengerti yang kamu alami, padahal tidak. Jadi saya tahu kamu tidak bertanya tapi saya akan mengatakan bahwa saya dalam keadaan yang baik-baik saja. Janganlah kamu katakan siapa yang bertanya mengenai keadaan saya, bukankah tadi saya sudah jelaskan?
Iya, saya sudah lama tidak memperbaharui blog ini. Tapi untuk apalah saya minta maaf, saya tidak bersalah, maka kamu jangan menyalahkan saya. Saya menulis, kamu membaca, kucing mengeong, anjing menggonggong, tak usahlah kita besarkan masalah ini.
Kantor yang Berulang Tahun
Saya akan bercerita seakan-akan kamu harus mengetahui cerita ini. 14 Desember 2011, itu tanggal, itu bulan, itu tahun cerita ini bermula. Saya masih menikmati pelatihan saya di kantor ini. Kenapa nikmat? Kenapa tidak? Ah, tidak penting. Lalu itu si Eli, lalu itu teman saya di kantor memanggil saya. Seakan saya perlu melihat lambaian tangannya, maka saya hampiri. Lalu tragedi dimulai. Oh iya, ini fiktif kok, jangan diambil hati.
Eli : Dik! (bukan singkatan dari adik tapi Dikki(Ini bukan suara hati dari Eli, cuma penjelasan(maka jangan lanjutkan membaca keterangan ini lebih lanjut(dibilang jangan!(Ih! Keras Kepala!)))))
Saya : Guk! Guk! (Oh! Salah! Bukan di kehidupan ini(Kalau yang ini suara hati saya(Tapi setelah itu penjelasan(Kenapa sih ini banyak tanda kurung!)))) Ya?
Eli : Kita(Merujuk pada teman-teman kantor lainnya(ini adalah….ah sudahlah)) sedang mempersiapkan ruangan untuk dihias.
Saya : Siapa lelaki yang beruntung mendapatkan hati Ruangan sehingga dia sekarang perlu dirias?
Eli : …
Saya : lalu?
Eli : Kamu kan bisa bikin gambar tuh. Seperti yang di mejamu itu.
Itu meja saya sepertinya
Saya : terus?
Eli : Nah, kita berencana untuk menempel gambar teman-teman satu bagian di dinding.
Saya : Dan?
Eli : Kamu buatin ya!
Saya : Bisa. Buat kapan?
Eli : Besok.
Saya : BESOK!?
Eli : Iya.
Saya : Uuh oke, bagian kita berapa orangnya?
Eli : Dua puluh empat.
Saya : DUA PULUH EMPAT! DUWA PWULUH WEMPA…..THIS IS SPARTAAAAAAAH!!!
Sutradara : Cut! Dikki! Nggak ada adegan kamu nendang Eli ke sumur kematian di sini! Ulangi adegan tadi.
~
Eli : Dua puluh empat.
Saya : HAH!
Eli : SIP!
Oh, om Ebiet! Nyanyikanlah lagumu! Katakan bahwa perjalanan ini sangat menyedihkan!
Jadi saya mulai membuatnya. Saya mulai mencari gaya yang pas untuk bisa menggambarkan anggota bagian kami biar mirip dan dalam waktu yang cepat.
Oh kalian pasti bertanya-tanya apa motivas saya melaksanakan titah ini tanpa ada imbalan Roro Jonggrang yang bisa dinikahi. Tapi percayalah kawan “Roro Jonggrang” itu ada! Dalam bentuk lain, dalam bentuk film yang saya minta untuk di-download-kan oleh teman saya dan jika saya ingin mendapatkan film itu saya harus menyelesaikan titah menggambar 24 wajah.
Kembali ke masalah teknis, saya akhirnya memilih untuk melakukan trace untuk mempercepat pekerjaan saya. Sebelum itu saya harus mencari “mouse”.
Saya : Eh Ryan
Ryan : Ya?
Saya : Bawa mouse nggak?
Ryan : Enggak.
-Om Ebiet! Suaranya mana!?-
Saya : Eh, Deni!
Deni : Ya?
Saya : Bawa mouse?
Deni : Hmm…nggak.
-Om Ebiet…sekali lagi-
Saya : Jul! Bawa Mouse?
Jul : Ada sih tapi punya kantor yang lama, scroll-nya rusak.
Saya : PINJAM!
Dan sayapun memulai membuat ilustrasi dari 24 teman saya.
24 plus saya
Dan Akhirnya
Bagai Pangeran Bandung Bondowoso, sayapun berhasil menyelesaikan ke 24 wajah teman-teman yang saya tentu saja menjadi 25 karena saya juga termasuk di dalamnya. Filmpun berhasil saya dapatkan, dan ilustrasinyapun tidak jadi dipajang…
Ah, tapi bukankah saya berhasil menyelesaikan ke 24+saya wajah itu dalam waktu kurang dari 24 jam? Bukankah saya mendapat film yang saya inginkan? Iya sih tidak jadi dipajang, tapi bukankah saya mendapatkan yang saya inginkan?
Hai Pangeran Bondowoso, jika kamu mendapatkan Roro Jonggrang, apakah kamu akan melupakan candi-candi yang kau buat? Apakah kamu akan membiarkan candi-candimu lenyap begitu saja ketika benar kamu mendapatkan sang putri?
Apakah hanya Roro Jonggrang yang kamu pikirkan ketika kamu membuat candi-candi itu?
ttd
Dikki Mahasati
W adalah untuk WISUDA bukan untuk (U)WIS UDAH
Inilah yang Namanya Perguruan Tinggi
Dimana para manusia yang telah terlanjur tinggi meninggikan ilmunya. Dimana saya berusaha untuk menjadikan ilmu sebagai kawan saya, dan berusaha menjadikan kawan menjadi pacar saya.
Inilah perguruan tinggi kawan! Inilah tahun 2005 kawan! Inilah saya kawan, seorang lulusan SMA, seorang anak muda yang belum mengerti arti kehidupan kecuali dihadapkan dengan sebuah kamus besar bahasa Indonesia. Lalu saya mengambil itu yang namanya perguruan tinggi, itu yang namanya universitas, itu yang namanya jurusan, itu yang namanya program studi, itu yang namanya mata kuliah, dan itu yang namanya gelar mahasiswa. Siswa yang sungguh maha, sungguh besar, sungguh agung, atau setidaknya itulah yang seharusnya.
6 Tahun Kawan! Waktu yang tak sedikit untuk menceritakan arti dari tiap tawa, keringat, dan air mata yang telah dilalui selama memegang gelar menjadi mahasiswa, dan dimanakah mahasiswa yang berumur 6 tahun itu sekarang?
6 Tahun Kawan! Jangan samakan dengan menghitung kedewasaan, karena 6 tahun bukanlah waktu yang cukup untuk mendewasakan pikiran seorang yang tak kunjung ingin dewasa.
6 Tahun Kawan! Bukanlah sebuah prestasi. Adalah sebuah luka yang akan terus membekas. Sebuah luka yang akan terus mengingatkan bahwa apa yang sebenarnya saya lakukan dengan waktu yang sangat berharga kecuali untuk mensia-siakannya.
6 Tahun Kawan! Waktu yang tak sedikit untuk menceritakan arti dari tiap tawa, keringat, dan air mata yang telah dilalui selama memegang gelar menjadi mahasiswa, dan dimanakah mahasiswa yang berumur 6 tahun itu sekarang?
6 Tahun Kawan! 6 Tahun! 6! Enam!
Wisuda adalah Fase di Penghujung Masa Kemahasiswaan
Ya, saya akhirnya lulus, setelah menyelesaikan ini-itu yang diperlukan mahasiswa untuk lulus, dan menunggu waktu untuk wisuda. Ah, wisuda, kata keramat bagi tiap mahasiswa manapun, sebuah akhir dari perjalanan kehidupan mahasiswa, yang sialnya tidak bisa saya ikuti…ARGH!
Saya mungkin bisa dibilang sebagai orang yang beruntung sekaligus sebagai orang yang tidak beruntung. Saya diterima sebagai seorang trainee di sebuah perusahaan yang entah mungkin khilaf ketika memilih calon pegawainya, dan menjalani pelatihan di saat yang sama dengan waktu wisuda saya. Oh, andaikan Doraemon itu nyata beserta pintu ke mana sajanya. Saya menjalani pelatihan di Jakarta sedangkan wisuda saya di Semarang. Satu-satunya cara agar saya bisa menghadiri wisuda saya adalah dengan meminta ijin, dan trainee tidak punya kuasa untuk itu. Oke, sebenarnya sih boleh, tapi paling diberikan ijin 1 hari, sedangkan saya setidaknya harus 2 hari, dan itu belum dengan segala kerepotan lainnya. So, saya setelah berunding dengan orang-tua memutuskan untuk tidak mengikuti wisuda.
Tindakan menolak untuk diwisuda adalah hampir sama laknatnya dengan menolak untuk disunat. Jadi mau bentuk kamu selaki-laki apapun, tapi kalau belum disunat maka kamu belum disebut pria dewasa. Sama seperti wisuda! Mau kamu lulus kayak gimana juga tapi kalau belum diwisuda maka sesungguhnya kamu belum meninggalkan gelar mahasiswamu. Coba bayangkan, bagaimana kamu bisa membuktikan kamu sudah lulus ke tamu yang berkunjung ke rumahmu tanpa foto wisuda? Saya yakin untuk itulah foto wisuda diciptakan, supaya bisa menutup mulut mereka ketika mereka ingin bertanya “sudah lulus?”.
Ah, lupakan mengenai wisuda. Hal penting yang perlu saya ingat adalah saya sudah lulus, saya sudah diberi kesempatan untuk belajar kembali sebagai trainee dan dibayar. Mengingat hal-hal itu saya sungguh mengira bahwa terkadang dunia sungguh tidak adil. Saya yang tidak cemerlang semasa kuliah dan menghabiskan 6 tahun penuh kemalasan diberikan kesempatan untuk bekerja, sedangkan mereka yang sungguh selalu mengisi kehidupan mereka dengan ketekunan dan dedikasi belum diberi kesempatan sebaik ini. Ataukah mungkin mereka disiapkan untuk tempat yang lebih baik? Ya! Saya yakin itu sebabnya.
Belajarlah dari Kegagalan, Kegagalan Manusia Lain
Saya gagal sebagai mahasiswa, saya terbujuk kemalasan, saya terbujuk ketakutan akan masa depan, terbujuk kegelapan dan kesenangan akan hidup diam. Saya tahu apa yang terjadi dengan teman-teman yang tak dapat menikmati bangganya lulus tepat waktu. Saya tahu apa yang sebenarnya terjadi. Jangan bohongi saya dengan alasan-alasan kuno seperti dosennya susah, materinya rumit, atau tak ada waktu. Saya tahu alasan sebenarnya, saya pernah mengalaminya, dan saya selalu menyesalinya. Ya, saya beruntung! Tapi pernahkah kamu berpikir bahwa keberuntungan hanyalah permainan Tuhan untuk menguji niat dan usahamu? Saya tidak akan menilai seseorang dari lamanya masa studinya, tapi kita semua tahu akan batas kewajaran. Maka mulailah berjalan kawan, ketika kakimu telah lupa caranya untuk berlari, dan kita semua akan bertemu di puncak dan mewariskan kegagalan kita bukan sebagai penyambung rantai reinkarnasi kegagalan tersebut namun justru sebagai pemutus rantai reinkarnasi kegagalan itu.
ttd
Dikki Mahasati
Coloring Angry Birds (Inkscape)
Postingan ini lanjutan dari ini.
Nah, saya bingung mau menjelaskan prosesnya. Saya terlalu asyik mewarnai hingga lupa membuat detail langkah-langkahnya. Semoga ada yang bisa dipelajari dari gambar di atas.
Selamat mencoba!
ttd
furiku88
Making Vector Character in Less Than 5 Minutes With Inkscape (angry birds)
Postingan ini masih berhubungan dengan postingan yang ini
Hai! Bertemu lagi setelah sekian lama saya hengkang meng-update blog ini. Maaf, dan terima kasih bagi yang masih setia menunggu update-an dari blogger labil ini
(Jujur saja, ini sebenarnya blog apaan sih? Curhat iya, komik iya, showroom iya, tutorial iya juga)
Vector Tutorial Time!
Untuk kali ini saya akan mencoba untuk pertama kalinya menggunakan inkscape sekaligus membuat tutorial. Saya akan menggunakan karakter (yang mirip karakter) angry birds dan akan mencoba menjelaskan bagaimana agar karakter yang akan diciptakan tidak terlihat kaku.
Kesalahan yang Sering Dilakukan
Sebelum beranjak ke tutorial, saya akan membahas beberapa hal yang harus dihindari dalam membuat karakter vektor. Berikut daftar kesalahan yang sering dilakukan :
1. Menggunakan stroke line dengan ketebalan yang sama semua. Jika kamu melakukan ini, hasilnya akan terlihat kaku dan tidak enak di mata. Gabungkan 2-3 jenis ketebalan stroke line sehingga terlihat menarik. Jika setelah membaca ini kamu masih melakukannya, saya kutuk kamu jadi kutang batman.
2. Hanya menggunakan object default. Lingkaran, segitiga, kotak, basi lah! Ini sudah tahun 2011! Ini inkscape dan bukan paint! Gunakan imajinasimu, gabungkan beberapa objek dengan fungsi-fungsi union, intersection dan lain-lain. Objek sederhana memang mudah digunakan tapi membuat karakter yang kamu ciptakan jadi tidak bervariasi.
3. Terburu-buru mewarnai. Ini sih soal selera, tapi saya lebih suka line-art dan karya hitam putih daripada berwarna. So, saya lebih suka menyelesaikan line-art dengan sebaik-baiknya terlebih dahulu.
Let’s Get Started!
1. Buat shape dasar dari burung dengan menggunakan segitiga tapi dengan settingan “rounded” yang lebih besar dari 0.
pilih “create stars and polygons”
Set “corners” = 3 dan “Rounded” = 0,2 atau lebih tergantung besar dan selera gambarmu
2. Buat jambul dengan memanfaatkan oval tools dan susun seperti pada gambar di bawah ini, lalu union!
3. Buat bentuk mata menggunakan oval tools dan mulut menggunakan pen tool (cari saja yang bergambar pena dan sesuaikan menurut selera), tambahkan garis seperti di gambar bawah ini, tambahkan node dan buat bentuk layaknya sayap.


tambah node lalu bengkokkan juga untuk sayap satunya
4. Tambahkan beberapa bentuk shape yang akan kita gunakan sebagai alis, arsiran pada pipi, dan ekstensi paruh. Ini akan menambah kesan natural dan imut pada karakter yang akan dibuat. Oh iya, jangan lupa untuk di-fill dengan warna hitam, dan hilangkan stroke-nya.



jangan lupa bengkokkan shape itu agar berbentuk layaknya gelombang
5. Tambahkan bentuk lidah dan beri shape sederhana agar terlihat belahan lidah.
Ingat, bentuk lidah burung adalah segitiga
6. Rapikan beberapa line dan shape lalu kagumi hasil karakter yang kamu buat!
Selamat mencoba! Untuk masalah pewarnaan akan saya bahas pada postingan berikutnya (kalau tidak lupa dan malas).
ttd
furiku88
Untuk melihat proses pewarnaan, silahkan klik di sini.
Ninja Trick!
Apa Yang (Sebenarnya) Terjadi Ketika Kamu Menghubungi Customer Service
Kita tentu tidak menghendaki jika barang yang kita punyai rusak, tapi apa mau di kata. Takdir terkadang berkata lain, dan biasanya daripada repot membawa produk kita ke service center terdekat, kita berusaha untuk mendapatkan bantuan dengan menelepon customer service yang biasanya dicantumkan pada kemasan atau nota produk yang kita beli. Tapi apakah yang sebenarnya terjadi ketika kita menelepon?
1. Ketika kamu menelepon
Biasanya kita akan menunggu agak lumayan lama sebelum akhirnya panggilan kita dijawab.
~(*)~
2. Ketika panggilan itu akhirnya terjawab
Setelah panggilan kita dijawab, biasanya kita nyerocos mengenai masalah yang kita hadapi. Jangan lakukan, itu hanya pembuangan tenaga secara sia-sia, karena biasanya kamu malah ditanyai data-data pribadi yang terkadang tidak perlu.
dan akhirnya, kamu harus menceritakan kembali masalahmu
~(*)~
3. Ketika cerita itu selesai
Akhirnya cerita masalahmu selesai, dan sang customer service mengatakan akan mencari solusi masalahmu, atau akan berusaha menyelesaikan masalahmu dengan memeriksanya di databse komputernya. Tapi yang terjadi adalah kamu disuruh menunggu sambil mendengarkan lagu-lagu dari telepon yang kamu gunakan.
~(*)~
4. Ketika solusi itu diberikan
Well, kamu pasti juga tahu solusinya.
ttd
furiku88
NB : Saya cuma bercanda kok, jangan diambil hati. Saya yakin banyak customer service yang bekerja dengan sungguh-sungguh, cuma terkadang kita merasa kesal ketika kita tidak mendapatkan solusi yang cepat, maka bersabarlah kawan.
Tips Nyaman Mendesain Dengan Komputer
Tips Apalagi Ini?
Hei, jangan berpikiran buruk dulu. Kali ini, saya akan membeberkan rahasia kenapa para desainer bisa betah memandang monitor, memencet keyboard dan mengayunkan mouse dalam waktu yang lama. Selain tentu saja ada faktor lain seperti menghabiskan waktu bermain game yang membuat betah, kami diajarkan ilmu kuno yang diwariskan secara turun-temurun oleh para tetua desainer.
Rahasia yang Mirip Tips
Tanpa berbasa-basi, ada 3 (tiga/telu/three) hal yang berpengaruh pada kenyamanan ketika mendesain dengan komputer. Ketiga hal tersebut berkaitan dengan posisi ketika kita menggunakan komputer. Pertama adalah posisi tangan ketika menggunakan mouse, pergelangan tangan, dan posisi duduk. Sederhana katamu? Itu karena kamu belum tahu rahasianya. Jangan teruskan membaca! Karena ketika kamu mengetahui rahasia ini, maka pekerjaan mendesain dengan komputer akan menjadi pekerjaan mudah bagimu dan kamu tidak akan melihat dunia dengan cara yang sama.
Posisi Memegang Mouse
Dalam mendesain, tangan yang bekerja paling berat adalah tangan yang memegang mouse. Tapi apakah kamu tahu cara memegang mouse seperti seorang desainer handal? Rahasianya adalah posisi mouse! Perhatikan gambar di bawah dan pelajari rahasianya.
posisi memegang mouse yang benar
Dan jangan sampai kamu terhasut oleh ajakan Darth Vader untuk memegang mouse dengan posisi-posisi seperti ini.
posisi memegang mouse yang salah
Dan di bawah ini…
posisi memegang mouse yang sebenar-benarnya “mouse”
…bukanlah mouse yang sedang kita bicarakan.
Posisi Pergelangan Tangan
Hal ini sangat penting! Posisi pergelangan tangan yang tepat memberikan kamu ayunan mouse yang luwes dan presisi yang mantap. Posisi yang benar adalah posisi pergelangan tangan yang lurus agak miring ke bawah seperti gambar di bawah ini.
posisi pergelangan tangan yang tepat
Dengan mengikuti gambar di atas maka gerakan mouse kamu akan lebih mudah dikendalikan. Mungkin pangkal pergelangan kamu akan terasa sakit karena bergesekan dengan meja, tambahkan bantalan jika memang membuatmu lebih nyaman. Hindari posisi-posisi seperti di bawah ini karena membuatmu gampang pegal dan kurang aerodinamis.
Masih salah!
Sangat Salah! Dan Apa-apaan ini!?
Posisi Duduk
Rahasia posisi duduk adalah pada sudut siku dan jarak kepala dari monitor. Jarak kepala dari monitor tidak boleh lebih kurang dari 50 cm, dan letak monitor lebih rendah 10-23 cm di bawah mata. Kira-kira seperti ini posisinya.
Posisi duduk yang benar
Terlalu dekat dapat membuat mata, bahu, dan leher cepat lelah dan kaku, serta berbahaya bagi kesehatan mata
Posisi yang terlalu jauh membuat anda tidak dapat mengerjakan desain anda
Posisi berlawanan dengan monitor hanya akan membuat anda terlihat bodoh
Apa lagi ini?
TOLONG HENTIKAN!
Terkejutkah Kamu Mengetahui Rahasia-Rahasia Ini?
Apa? Kamu sudah tahu? Jadi ini bukan suatu rahasia?
ttd
furiku88



































