Home > Zero Ground > Menuju Kemenangan

Menuju Kemenangan

Sebuah berita menggemparkan “Noordin M top tewas”,  ‘oh ya? Bentar yak, aku mau tidur bentar lagi’

Beneran gak tuh? Atau cuma orang yang punya hobi bikin kembang api yang dikira bikin bom, terus mau ditangkap supaya masyarakat menjadi tenang karena “harus ada yang ditangkap/ditemukan hidup atau mati” sebelum lebaran. Menjadi mahasiswa yang selalu dialiri dengan berbagai macam informasi serta dari berbagai macam sumber membuatku menjadi skeptik terhadap semua jenis informasi. Contohnya, “Oy, mbah Surip meninggal!!!”, ‘Hah? beneran? bukannya kemarin baru liat di infotainment mana gitu?’, “beneran! nih di detik.com”, ‘lagi di-hack kali’, “Beneraaaan!”, ‘jangan-jangan kamu liatnya di kaskus, hoax tuh’, “ih ni orang, gak percaya amat, neh aku tunjukin sms-nya dari mbah surip sendiri!”, ‘kamu ikutan REG (SPASI) SURIP?’

Oke, cerita di atas tidak sepenuhnya benar, tapi bagaimana kalian tahu? Mungkin sebagian benar, sebagian salah, tapi seluruhnya tidak penting. Mbah Surip memang meninggal, tapi tidak berarti harga sembako akan turun. Nah, inilah yang harusnya dipikirkan lebih lanjut. Ketika informasi menjadi sulit dibedakan antara yang benar atau tidak, sekarang saatnya kita memilah antara informasi yang penting dan tidak bagi kita.

Apanya yang Menuju Kemenangan?

Lebarannya kapan sih? Minggu? Senin? atau bahkan sebenarnya sekarang sudah lebaran? INI ADALAH KONSPIRASI DARI KUMPULAN IBU-IBU RUMAH TANGGA YANG BELUM MEMPERSIAPKAN KETUPAT SAYUR! Percaya? Penting? Berguna?

Ketika kita mempermasalahkan tanggal 1 Syawal sebenarnya apa yang benar-benar kita permasalahkan? 1 Syawal ya 1 Syawal, hampir sama kayak 1 Januari, 1 Februari, dll. Ada yang bilang itulah saatnya kita harus saling bermaaf-maafan(memang gak boleh sesudah atau bahkan sebelum tanggal itu?). Bagiku 1 Syawal, entah itu Minggu ataupun Senin, hanyalah sebuah pertanda bahwa bulan Ramadhan telah berakhir, dan ritual puasa telah selesai. Aku tidak meremehkan bulan Ramadhan, dan aku tidak meremehkan besarnya rahmat dan nikmat berpuasa. Tapi yang terjadi adalah kita justru meremehkan bulan-bulan lainnya.

Apa arti kemenangan yang cuma bertahan 1 hari? 1 minggu? 1 bulan? Kalau kita berpikir begitu, tidak ada artinya kita mempermasalahkan kapan 1 Syawal, tetapi kapan kita benar-benar meraih kemenangan, kemenangan hati, kemenangan spiritual, kemenangan jiwa.

INILAH KEMENANGANKU, KEMENANGANMU, KEMENANGAN KITA

Sebelum kita meneruskan langkah kita ke dalam rutinitas yang menjemukan kembali, sebelum kita kembali mengotori kertas yang bersih dengan noda kembali, sebelum semua terlambat.

Mari melihat apa yang paling penting bagi kita. Mari Mendengar apa yang paling penting bagi kita. Mari merasakan apa yang paling penting bagi kita.

SELAMAT IDUL FITRI, MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN

ttd

furiku88

Advertisements
Categories: Zero Ground
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: