Home > Knowledge Sharing > Bidang Minat Ilmu Komputer Universitas Diponegoro (Part 1-KOMDAS)

Bidang Minat Ilmu Komputer Universitas Diponegoro (Part 1-KOMDAS)

Ilmu Komputer Universitas Diponegoro

Saya sebenarnya jarang membicarakan sesuatu yang serius dengan cara yang serius, karena itu biarlah saya membicarakan hal ini dengan cara yang santai dan bersahaja. Sampai saat post ini diterbitkan, saya masih berstatus sebagai mahasiswa, sebuah integral dari kata siswa. Setelah saya lihat lagi di KTP, saya semakin yakin dengan apa yang saya katakan sebelumnya. Saya adalah mahasiswa di salah satu perguruan tinggi negeri yang berlokasi di Semarang, Jawa Tengah. Universitas Diponegoro, atau UNDIP singkatnya. Saya tidak akan menjelaskan semuanya tentang UNDIP, lihat saja link yang saya berikan, saya tidak mau repot, terima kasih. Saya ulangi lagi, saya mahasiswa Ilmu Komputer Universitas Diponegoro, dimana Ilmu Komputer sendiri sampai saat post ini dipasarkan, masih berupa program studi di bawah jurusan Matematika. Di sini saya bersama sejumlah mahasiswa-mahasiswa lain menuntut ilmu mengenai algoritma, programming, dan lain sebagainya yang terkait dengan ilmu komputer.

Bidang Minat yang Perlu Kami Pilih Sebagai Jalan Hidup

Jika pada masa SMA kita dipilah-pilah menurut bidang minat kita ke dalam IPA ataupun IPS, maka di Ilmu Komputer UNDIP-pun, kita(maksud saya mahasiswa ilmu komputer, tentu saja, saya cuma memperjelas) harus memilih bidang minat yang nantinya akan kita tekuni, saya tekuni.

Bidang minat yang harus dipilih ada dua, Komputasi dan Sistem Cerdas yang selanjutnya akan kita singkat menjadi KOMDAS, dan Rekayasa Perangkat Lunak dan Sistem Informasi yang kita singkat menjadi RELASI. Terlepas dari persaingan yang unik antara keduanya, masih banyak mahasiswa terutama mahasiswa baru yang tidak mengerti perbedaan antara keduanya. Hal ini sebenarnya sangat disayangkan, karena tiap mahasiswa akan memilih bidang minat ini pada semester ke-enam(atau ke-lima?), padahal lagi untuk memenuhi syarat memasuki bidang minat yang diinginkan, haruslah memilih mata kuliah pilihan yang sesuai. Sosialisasi baik dari dosen maupun kakak angkatan-pun tidak terlalu banyak membantu.

Di sini saya akan memberi penjelasan singkat mengenai kedua bidang minat, singkat, santai, dan semoga tidak menjelek-jelekkan salah satu pihak. Part  1 akan membahas mengenai bidang minat Komputasi dan sistem cerdas, selain karena penulis merupakan salah satu pentolan dari bidang minat ini, juga karena penulis hanya memiliki informasi yang minim mengenai bidang minat Relasi.

Komputasi dan Sistem Cerdas

Komdas merupakan bidang minat yang biasanya peminatnya lebih sedikit dari peminat bidang Relasi. Jadi apa sebenarnya Komdas itu? Inti dari Komdas adalah replika, replika otak manusia. Hal-hal yang dipelajari di Komdas merupakan hal-hal yang telah dipelajari sejak dulu, tidak terlalu banyak yang berubah, mempelajarinya berarti mensejajarkan dirimu dengan Einstein. Di Komdas, kita akan mempelajari mengenai teori yang mendasari ilmu komputer itu sendiri. Tentu saja bagi sebagian orang ini membosankan dan rumit, tetapi itulah uniknya Komdas. Kenyataan pahit mengenai Komdas sebenarnya kita jumpai juga di berbagai cabang ilmu, karena Komdas berusaha mengadaptasi cara otak manusia bekerja.

Apa yang Dipelajari Di KOMDAS?

Banyak hal! Sesuai dengan namanya, Komdas mempelajari proses komputasi dan sistem cerdas. Beberapa hal yang akan dipelajari di Komdas adalah, sistem cerdas, pengenalan pola, kriptografi, jaringan komputer, dan masih banyak lagi. Perlu penjelasan lebih lanjut? Baik, saya akan mengambil salah satu contoh penerapan Komdas.

Cara otak manusia bekerja adalah sebuah topik yang amat menarik jika kita pelajari. Saya mengambil contoh dalam mengenal orang, mengenal wajah orang tepatnya. Bagaimana tiap manusia mengenal manusia lain sangatlah unik, dan menarik, ada sebagian orang yang mengenali melalui bentuk hidung, bentuk mata, telinga, gaya rambut dan sebagainya.

Lalu bagaimana dengan komputer? Bagaimana sebuah komputer mengenali seseorang? Melalui sebuah foto, serangkaian metadata yang bekerja, melakukan perhitungan rumit hanya untuk mengenali sebuah wajah mungkin sebenarnya ini juga terjadi di otak kita, tapi kita tidak menyadarinya. Apakah rumit? Tidak, tetapi unik. yang perlu dilakukan adalah menerjemahkan cara kerja otak ke dalam sebuah bentuk perhitungan, karena itulah tugas utama komputer, untuk menghitung. Yang dibutuhkan hanyalah algoritma yang tepat!

Contoh gambar di atas merupakan sebuah contoh salah satu hal yang dipelajari di Komdas, yaitu kriptografi. Sebenarnya kriptografi adalah hal yang mudah. Sejak kapan kita mendefinisikan kata ‘Anjing’ adalah binatang berkaki empat dan menggonggong? Kriptografi hanyalah meniru kerja otak dalam mendefinisikan simbol, dalam hal ini kata ‘anjing’ ke dalam serangkaian data yang dimengerti otak kita sebagai…ya binatang anjing tersebut. Lebih mudahnya, kenapa anak bayi orang amerika menyebut anjing dengan kata ‘dog’? Karena itulah simbol kata ‘anjing’ bagi mereka, hewan yang dibicarakan sama, tetapi cara menampilkannya sebagai simbol kata berbeda.

Kemampuan Untuk Belajar Untuk Komputer

Manusia selalu belajar, dari pandangan, dari rasa, dari segala hal. Tetapi bagaimana manusia menyimpannya ke dalam bentuk sebuah data yang dimengerti olehnya dan dapat disampaikan dan dimengerti oleh orang lain melibatkan proses matematis yang unik. Data diolah menjadi informasi, sedangkan informasi bertemu dengan lingkungan, pengalaman, situasi, dan kondisi menjadi sebuah pengetahuan. Menjadikan Pengetahuan dan bukan hanya informasi sebagai landasan Komputasi adalah wajah asli dari Komdas. Komputer yang menampilkan informasi adalah hal yang berguna, tetapi komputer yang memiliki pengetahuan, kemampuan belajar, peka terhadap tiap elemen perhitungan dan tidak hanya menghasilkan sebuah angka, jawaban, tetapi juga alasan-alasan yang membelakanginya adalah hal yang luar biasa.

Komdas mencerdaskan yang mempelajarinya mengenai cara mencerdaskan komputer.

Komdas mengajak kita kembali ke cara yang primitif, dengan menghitung, mengubahnya ke simbol angka, simbol yang dikenali komputer, menggabungkannya dengan algoritma yang tepat untuk tujuan yang diinginkan. Komdas mengajak kita untuk menerawang, karena yang kita pelajari bukanlah hal yang mudah untuk dibayangkan. Di Komdas kita diajak untuk, meraba, mengendus, mengintip kerja otak kita dan mengadaptasinya ke dalam bentuk algoritma yang (ehem) matematis.

More Please

Contoh yang lebih eksplisit tapi tetap amat sangat sederhana untuk dipahami.

Bayangkan jika anda berusaha membuat sebuah komputer mengenali sebuah wajah.

Komputer tersebut memotret wajah yang akan dikenali. Hasil foto disimpan ke dalam memori dalam bentuk data. Data tersebut diolah menjadi sebuah data dengan urutan matriks 001001. Selanjutnya, ketika komputer berusaha mengenali sebuah wajah yang sesuai dengan yang ada di dalam memorinya maka dia akan memotret wajah itu, mengubahnya ke dalam data dan mencocokkannya. Cara mencocokkannya adalah dengan mengurangi matriks data yang diambil, dengan matriks data di dalam memori, jika hasilnya 000000 maka wajah akan dikenali sesuai dengan yang berada di dalam memori.

Anything Else?

Yap, di Komdas juga akan mempelajari mengenai jaringan komputer. Kenapa dimasukkan ke dalam bidang minat Komdas? Saya juga tidak mengerti, tetapi setelah dirunut asal mulanya, jaringan komputer sangat erat hubungannya dengan algoritma matematis, yang sekali lagi merupakan daerah yang dipelajari di dalam Komdas

Saya tidak terlalu mendalami hal ini, jadi saya tidak bisa bercerita banyak, maafkan saya.

Akhir Tapi Bukan yang Terakhir

Tulisan mengenai bidang minat ini merupakan bagian pertama dari dua bagian yang direncanakan. Selanjutnya, saya akan menuliskan mengenai Relasi dari mata seorang anak Komdas. Jadi untuk saat ini, sampai jumpa dan jangan lupa…

ttd

furiku88

N.B : Penulis adalah salah satu mahasiswa yang mengambil bidang minat KOMDAS.

N.B : Beberapa hal yang dituliskan hanya dimengerti oleh mahasiswa Ilmu Komputer Universitas Diponegoro.

N.B : Tulisan mengenai bidang minat tidak bertujuan menjelek-jelekkan salah satu pihak, dan bertujuan menambah pengetahuan mengenai Ilmu Komputer Universitas Diponegoro

N.B : Anda, masih membaca N.B?

Advertisements
  1. cikutami
    February 4, 2010 at 12:36 pm

    nice info.. oke bgt penjelasannya… ditunggu episode berikutnya

  2. February 4, 2010 at 12:37 pm

    menarik.. menarik..
    ditunggu post berikut nya.. ^^

  3. February 5, 2010 at 10:18 am

    Saya…saya…malas melanjutkannya! *ngeloyor pergi

  4. February 5, 2010 at 1:07 pm

    lucu-lucu-lucu…bisa ngebayangin ekspresi wajahmu saat ngomong masalah ini.

    • February 5, 2010 at 10:58 pm

      Saya memang mudah membayang-bayangi orang lain, menyeramkan bukan?

      Pada Jum, 05 Feb 2010 13:07 ICT

  5. October 26, 2012 at 8:40 am

    Makasih Mas infonya.
    Sharing kek ginian ya, biar adik-adiknya bisa tau lebih dalam sebelum mendalami, hhe

  1. February 11, 2010 at 3:26 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: