Home > Comic, Knowledge Sharing > The Night is Ours (comicstrip + tutorial)

The Night is Ours (comicstrip + tutorial)

Night, will you be mine?

To overcome the day, to darken the light.

No, the night is not mine, and it’s not yours.

Kemarin malam saya bermain twitter, maksudnya bersosialisasi, mungkin juga tidak. Lalu entah terbesit dari mana, seorang teman, pemilik http://bonar13.web.id menyeletukkan sebuah ocehan, sebuah tulisan tepatnya, mengenai pembuatan komik. Bagi saya sendiri, membuat komik bukanlah sebuah pekerjaan, tapi bagi saya itu adalah hobi, sebagaimana kamu suka berenang, kamu suka memfoto, kamu suka memakan. Ditanyalah oleh dia, teman saya itu, yang punya web tadi itu mengenai hubungan komik dengan kemampuan di bidang komputasi. Saya berpikir, merenung, tapi tak lama, karena saya tahu ini tidak serius, seperti kamu yang suka tidak serius ketika bermain. Saya jawab, jawab pertanyaan tadi itu, bahwa dengan mengkomik, entah ini ejaan yang benar atau tidak, menambah imajinasi saya. Di malam itu, saya berpikir, apa akibat dari saya untuk saya, bukan untuk kamu, daripada mengkomik?

Ide, itu jawaban yang saya temukan. Dengan ide semua terlihat jernih. Dengan berkomik, saya belajar menjadi seseorang yang ber-ide. Ketika semua berkata membuat komik adalah hal yang susah, maka saya katakan, menulis juga, menggambar juga, menyanyi juga, menulis lagu juga. Semua hal susah kalau begitu. Semua hal merujuk pada satu hal, ide. Ide apa yang ingin disampaikan.

Komunikasi, itu jawaban yang saya temukan. Dengan membuat komik, saya belajar berkomunikasi dengan cara yang unik. Sebuah visualisasi dari buah pemikiran atau ide. Sebuah runtutan kotak-kotak yang berisi informasi. Saya belajar bagaimana menyampaikan pesan berupa buah pemikiran berupa ide.

Teman, itulah jawaban saya, jawaban yang sangat tidak penting. Tapi inilah saya, itulah kamu. Saya berkomik karena saya suka, seperti saya suka mengemil bukan karena lapar, tapi karena suka. Akibat dari berkomik itu sendiri tidak terlalu saya hiraukan sampai tadi malam. Tapi, biarlah semua mengalir, biar saja saya belajar tanpa harus menyadari bahwa saya belajar, biar saja saya tahu tanpa harus tahu kalau saya tahu. Bukankah itu yang namanya kehidupan?

N.B. : special mention niwatOri, terima kasih telah memotivasi saya untuk berkomik di pagi hari jam 04.00 wib melalui sebuah pertanyaan dan pernyataan sederhananya.

ttd

furiku88

Tutorial :

Saya tidak akan menjelaskan banyak, tapi saya berharap kamu tahu, tahu bahwa saya cuma menggunakan shape-shape sederhana dan perintah-perintah sederhana seperti union dan punch atau apalah kamu menyebutnya, bisa trim, bisa combine, itu bukan urusan saya, itu urusan kamu, biar kamu belajar, biar kamu pintar.

Dibuat dengan menggunakan aplikasi pengolah vektor jika kamu perlu tahu. Nama Adobe Illustrator jika kamu mau tanya, sehingga saya tidak perlu jawab lagi.

Advertisements
  1. May 1, 2010 at 12:14 pm

    please no pertamax or keduax or anything like it.

  2. May 1, 2010 at 6:38 pm

    Soon, i will conquer the vector world to make my own comic 🙂
    *ajarin ya ^^

    • May 3, 2010 at 7:35 pm

      May the vektor be with you, young Krisnoadhy

  3. May 7, 2010 at 12:19 am

    ada kang bonar di sini,hihi..
    btw,comic stripnya keren bang,mangstab..

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: