Home > Comic, Zero Ground > Culture Shock

Culture Shock

What Is a Culture?

Budaya, kultur, cultura, to cultivate, terlepas dari definisinya yang berarti hasil cipta karya manusia yang juga bisa diartikan sebuah hasil dari proses yang menggabungkan pengetahuan, kepercayaan, dan perilaku yang dihadirkan ke dalam bentuk simbol tertentu, kebudayaan telah memberikan rasa terhadap suatu grup, atau organisasi, atau bangsa, atau apalah kamu menyebutnya.

Melihat kini semakin banyaknya kebudayaan yang kita serap, yang kebanyakan berasal dari negara barat, entah hari perayaan, cara bertutur, berpakaian, dan lain sebagainya, kita mulai kehilangan identitas diri kita sebagai bangsa Indonesia. Ini bukan dari penelitian, ini bukan dari pengamatan akan kecenderungan yang terjadi di luar sana, di luar pagar diri saya, tapi justru dari diri sayalah, saya dapat menyimpulkan.

Apalah Kita tanpa Ciri khas?

Setiap bangsa dibedakan bukan hanya karena warna kulit, tapi juga budaya. Itulah yang membuat para turis ingin berbondong datang ke negeri kita. Apalah artinya perjalanan jauh mereka menempuh perjalanan yang tak murah, hanya untuk mendapatkan sesuatu yang ada di negeri mereka sendiri?

Ini mungkin bukanlah hal yang perlu dibesar-besarkan, tapi lihatlah betapa kultur negara lain mempengaruhi kultur kita sendiri. Bahkan bahasa kita sudah menyerap terlalu banyak dari cara berbahasa negeri lain. Mungkin inilah saatnya kita bertindak. Lihatlah Jepang, kebudayaan mereka begitu terjaga dan kental, di lain pihak modernitas kebudayaan mereka juga tidak terhenti.

Kita adalah Kita

Saya sendiri melihat diri saya sebagai anak muda yang memilih untuk meninggalkan kebudayaannya sendiri, miris memang, tapi saya akui. Nasionalisme yang jauh dipupuk waktu kecil, waktu menggunakan seragam putih merah itu sudah terkikis dalam. Apalah arti kebudayaan kita jika kita sendiri hanya ingin mengakuinya tanpa mau mengembangkannya. Mungkin inilah kebudayaan kita sesungguhnya, budaya melupakan, budaya anarkis ketika budaya kita diakui okeh bangsa lain, budaya untuk tidak memperdulikan budaya sendiri, budaya untuk hanya berkeluh kesah tanpa mau bertindak. Ah, menyindir diri sendiri memang tidak enak.

ttd

furiku88

Advertisements
  1. May 6, 2010 at 3:48 pm

    kayake gambarnya agak gelap
    pengen nyalain petromax dulu

  2. May 6, 2010 at 4:33 pm

    sori, komen pertamax ane ngejunk

    klo dperbolehkan birokrat, saya sih ingin pergi ke kampus g pake celana, tapi pake sarung…
    demi menjaga budaya.

    … klo kali ini komen ga ngejunk

    • May 7, 2010 at 10:43 am

      sudah pernah coba? kalau belum, saya tidak bisa komentar

  3. Eks
    March 28, 2011 at 9:45 am

    gambarnya pake software apa gan?

    • March 28, 2011 at 9:22 pm

      Macromedia Freehand, sudah jarang sekarang karena sudah diakuisisi adobe. Pilihan lainnya Adobe Illustrator dan Inkscape.
      For more comicstrip check my yahoo meme.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: