Home > Zero Ground > Sleep Slop

Sleep Slop

I Think, I’ll Start My Journey…Later


Saya berjalan dengan santai hari itu. Hari yang tidak terlalu terik, tidak terlalu mendung. Hari biasa, semua orang berjalan menggunakan kaki, semua orang makan dengan menggunakan mulut, dan saya masih merupakan bagian dari orang-orang biasa tersebut. Saya berjalan dengan santai, tidak ada yang memburu saya, tidak ada kewajiban untuk cepat-cepat, tidak ada paksaan untuk berlari, jadi saya menggunakan hak saya untuk bejalan. Berjalan dengan santai, berjalan dengan penuh hikmah, melihat sekeliling, mendengar keramaian umum, menyesap kehidupan yang biasa-biasa. Itu saya berjalan agak jauh hari itu, sekitar 25 meter, lalu saya berbalik dan pulang.

When You Are Asleep

Pernahkah kamu merasa takut akan hari esok? Membuatmu gelisah sebelum tidurmu, seperti ada hal yang harus kamu lakukan tetapi kamu masih ragu melakukannya? Membuatmu berjam-jam terbangun tanpa paksaan kopi, tanpa tanggungan tugas kuliah, atau pekerjaan? Saya tidak, saya tidak mau.

Saya selalu berusaha menghindari berpikir sebelum tidur. Berpikir sebelum tidur membawa saya ke sebuah dilema antara nostalgia masa lalu, pemikiran mengenai dunia, mengenai masa depan, mengenai skripsi, mengenai apa yang harus dilakukan dan tidak dan model majalah playboy, kebanyakan memang yang terakhir yang saya pikirkan. Saya bukan orang suci, saya terkadang merasa ragu akan dunia, tidak terkecuali penciptanya. Saya terkadang merasa ragu akan masa depan yang terkadang tak adil bagi sebagian orang dan mungkin juga bagi saya. Saya terkadang merasa menyesal atas apa yang terjadi di masa lalu. Saya terkadang ragu untuk menentukan langkah berikutnya. Saya merasa aman di keadaan sekarang, saya ingin tetap seperti ini tapi juga tidak seperti ini.



And I Can’t Wait to Wake Up

Lalu saya terbangun pagi itu, pagi yang begitu indah, pagi yang mengirim saya untuk tertidur lagi. Kali ini, saya berharap lingkar dadanya lebih besar.

ttd
Furiku88

Advertisements
Categories: Zero Ground Tags: ,
  1. September 20, 2010 at 6:09 pm

    kalimat pertama dan seterusnya keren .kecuali ..
    “Kali ini, saya berharap lingkar dadanya lebih besar.”
    *krik krik krik* *lempar bang dikki pake majalah mistis*

    • September 22, 2010 at 1:28 am

      Ah, itu kan cuma…EHEM! *siul-siul sok tidak tahu

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: