Home > Comic, Knowledge Sharing, Zero Ground > Rating Tak Penting

Rating Tak Penting

Mungkin sudah banyak yang membahas, menyindir, dan berkali-kali menjelaskan, tidak semua animasi diperuntukkan untuk anak-anak. Jika kita melihat lebih luas, sebenarnya sistem rating ini sudah ada dimana-mana. Komik, acara TV, film, game, dan lain-lain. Pertanyaannya adalah, pernahkah kita mengindahkannya?

It’s Been A Long Time

Saya sadar akan hal ini sebenarnya sudah sejak lama, tetapi kembali saya disadarkan ketika sepupu saya melarang anaknya untuk memainkan game fighting di PSP saya. Well, karena 50% game yang berada di PSP saya adalah bergenre  fighting, dan salah satunya adalah God of War yang genrenya jelas-jelas M (mature) maka pilihannya sungguh sangat sedikit sekali. Tapi dibalik semua itu, bukankah itu adalah kebiasaan yang baik? Menempatkan semua pada tempat yang seharusnya. Bahkan jika menurut saya, semua permainan video games layaknya dimainkan oleh yang berumur diatas 3/5 tahun, dan tentu saja sesuai dengan rating dari game itu. Bukan hanya masalah kekerasan, tetapi jika di dalam game ada yang lebih dari itu, kompleksitas cara bermain (game-game sekarang tidak sesederhana dulu, dan tidak semua game adalah berjenis  kodok Zuma), bahkan ditambah cerita yang rumit dan lain-lain. Anak kecil mungkin bisa memainkannya tetapi tidak menikmatinya.

Batman? Maybe. Joker?

Ambil contoh film Dark Knight (Batman). Jangan hanya karena dia adalah batman, bukan berarti anak-anak bisa menonton film ini. Jangan lupa akan kondisi psikis Joker, film ini harusnya ditonton oleh yang berumur 17 atau lebih. Anak-anak tidak bisa mengerti akan kejahatan Joker, mereka sudah kadung takut dengan tampilannya, padahal seharusnya kengerian Joker adalah pada pikirannya. Anak-anak tidak bisa menikmati film ini sebagaimana yang lebih dewasa. Contoh film lain adalah Inception, The Matrix, dan masih banyak lagi. Mungkin aman untuk ditonton, tapi kompleksitas ceritanya tidak untuk anak-anak.

Parahnya, sistem rating ini terkadang suka mengacau. Saya pernah melihat stasiun TV menayangkan Evangelion di siang bolong. Evangelion mempunyai cerita yang kompleks, cerita utamanya adalah kondisi psikis dari karakter utamanya, walaupun tentu saja ada adegan pertarungan antar robot yang keren. Belum lagi di Evangelion terdapat banyak adegan kekerasan.

Everything Has A Place

Bijaklah dalam menempatkan segala sesuatu. Rating bukanlah semata-mata karena adanya adegan kekerasan, tampilan yang syur, tetapi juga ada hal lain yang mempengaruhi rating. Di Amerika, sebuah komik, film, atau buku yang menampilkan adegan merokok atau penggunaan narkotik mempunyai rating tersendiri. Di Indonesia, masalah rating masih dipandang sebelah mata. Anak kecil bebas membeli komik sejenis Vagabond, menonton Smack Down, dan memainkan GTA. Jika generasi yang terlanjur tua tidak bisa menerima ide ini, mungkin saatnya generasi yang seumuran dengan saya mulai memahami konsep ini.

ttd

furiku88

Advertisements
  1. farisa
    November 14, 2010 at 10:55 am

    bagus mas. .
    setujuuu !!

  2. November 22, 2010 at 9:34 pm

    It’s a WordPress’ theme, it’s “Inove” by mg12. I don’t know this will help you but try http://www.neoease.com

  1. November 14, 2010 at 8:54 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: