Home > Zero Ground > Twitter Is Not A Messenger

Twitter Is Not A Messenger

Twittering Me

Hey, ketemu lagi setelah sekian lama blog ini saya campakkan. Lebih eksis di twitter, sibuk dengan perkuliahan, ah alasan semacam itulah. Jujur, saya lebih suka menggunakan twitter karena ide datang tidak berupa paragraf tapi sepotong-sepotong kecil, dan tidak ada tempat yang lebih menyenangkan daripada menulisnya di timeline.

Tapi, akhir-akhir ini pengguna twitter bertambah, terutama dari kalangan teman (ya, walau sulit dipercaya, saya memiliki teman), kenalan dan sebagainya. Semakin banyak “friend” bukannya semakin baik? Sialnya tidak, apalagi jika kamu mem-follow teman-teman yang berdekatan.

Okelah, saya yakin jika kamu memiliki akun twitter kamu harusnya sudah tahu tujuan dari twitter. Tata cara bertwitter dan lain sebagainya. Tapi khusus kali ini saya ingin membicarakan mengenai perbincangan antara dua atau lebih orang yang menggunakan twitter.

 

Talking Birds
Perbincangan atau conversation yang biasanya dilakukan dua orang atau lebih mungkin adalah hal biasa di twitter, saya kadang melakukannya. Tapi selalu ada batasan mengenai suatu hal bukan? Mari kita lihat contoh timeline di bawah ini.

Mungkin bagi si Ce_moet itu adalah kata hati yang spontan ditujukan kepada Co_gan tanpa berbekal pulsa SMS atau telpon ataupun belum mengenal yang namanya Y!m maupun GTalk. Perlu diketahui walau twitter tidak menampilkan sebuah twit yang ditujukan pada akun tertentu, tetapi jika ada akun yang mem-follow baik akun yang mengirim twit dan akun yang  dituju maka dengan serta merta twit itu akan muncul dengan manisnya di timeline-nya. Ah, si Ninja, Giek, dan Furi kurang kerjaan sekali sih? Menurutmu orang-orang yang menghabiskan waktunya di depan timeline mempunyai kerjaan? *batuk*.

 

Kita selalu memandang sinis orang yang berbicara melalui HP keras-keras ketika di dalam ruangan.

Apa yang kamu harapkan ketika melakukan perbincangan dengan menggunakan timeline umum? Itu seperti berteriak di dalam ruangan sempit dengan berharap tidak ada orang selain kamu di ruangan itu yang mendengarnya. Ya, yang dilakukan Ninja, Furi, dan Giek sungguh tidak sopan, tapi bukankah ini social media? Internet? Kebebasan berekspresi? Halo~ sadar tidak sih?

Saya sendiri tidak terlalu ambil pusing dengan namanya perbincangan di twitter, toh saya kadang melakukannya, bahkan ketika awal mengenal twitter, saya termasuk RT abuser. Tapi dengan bertambahnya akun-akun twitter yang melakukan ini, saya mulai berencana meng-unfollow beberapa akun. Whoa? Berlebihan? Tidak! Follow-Unfollow adalah hal biasa di twitter. Jangan sakit hati bila di-unfollow, itu adalah hal biasa, dan jangan diomongkan di timeline layaknya anak kecil.

Coba bayangkan jika kita mem-follow seseorang yang menghabiskan waktunya hanya untuk berbincang dengan temannya di timeline. Yang terpikirkan adalah “Am I a stalker?” ya kan? Kita menikmati ide dan pemikiran orang lain di twitter tapi jika sampai ke dalam sebuah perbincangan yang hanya diperuntukkan untuk dua orang atau lebih, kita juga tidak nyaman membacanya. Seperti membaca surat cinta orang lain dan kita merasa bersalah.

Parahnya, beberapa orang tidak mengerti akan hal yang sederhana ini. Ketika menggunakan timeline publik untuk berbincang, itu berarti bukanlah hal aneh jika ada yang tiba-tiba masuk ke dalam pembicaraan itu, merusak suasana, dan memberikan opini egois seenaknya. Sekali lagi, tidak sopan? Pasti! Tapi bisa dilakukan. Mengutip kata-kata saya sendiri di twitter

“Tidak sopan adalah menyerobot pembicaraan 2 orang di timeline. Bodoh adalah berbincang di timeline dengan harapan tidak ingin diserobot.”

Jadi bijaklah dalam berbincang di timeline publik, karena ketika kita memilih melakukannya itu berarti kita melibatkan lebih banyak orang dalam perbincangan kita walaupun hanya sebagai pendengar. Jadi? Apakah kamu masih akan marah jika diserobot pembicaraannya ketika menggunakan timeline publik? Dewasalah!

 

ttd

furiku88

Advertisements
  1. March 15, 2011 at 11:13 pm

    Suka tulisan ini, saya share di twitter saya yah.. Many thanks

  2. April 3, 2011 at 1:27 pm

    baru baca ini..ehem *malu*
    hahahahahahaha..
    mudah2an saya tidak begitu lagi. saya sudah mulai pakai ‘reply’ looohh!!! *tiup vuvuzela*
    btw saya tau bagaimana rasanya terpaksa memfllow orang namun tidak bisa meng-unfollow karena asas kekeluargaan.. *hihihi*
    maap jadi curcol.. izin share dan reblog yaaaaa!! 😀

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: