Home > Zero Ground > W adalah untuk WISUDA bukan untuk (U)WIS UDAH

W adalah untuk WISUDA bukan untuk (U)WIS UDAH

Inilah yang Namanya Perguruan Tinggi

Dimana para manusia yang telah terlanjur tinggi meninggikan ilmunya. Dimana saya berusaha untuk menjadikan ilmu sebagai kawan saya, dan berusaha menjadikan kawan menjadi pacar saya.

Inilah perguruan tinggi kawan! Inilah tahun 2005 kawan! Inilah saya kawan, seorang lulusan SMA, seorang anak muda yang belum mengerti arti kehidupan kecuali dihadapkan dengan sebuah kamus besar bahasa Indonesia. Lalu saya mengambil itu yang namanya perguruan tinggi, itu yang namanya universitas, itu yang namanya jurusan, itu yang namanya program studi, itu yang namanya mata kuliah, dan itu yang namanya gelar mahasiswa. Siswa yang sungguh maha, sungguh besar, sungguh agung, atau setidaknya itulah yang seharusnya.

6 Tahun Kawan! Waktu yang tak sedikit untuk menceritakan arti dari tiap tawa, keringat, dan air mata yang telah dilalui selama memegang gelar menjadi mahasiswa, dan dimanakah mahasiswa yang berumur 6 tahun itu sekarang?

6 Tahun Kawan! Jangan samakan dengan menghitung kedewasaan, karena 6 tahun bukanlah waktu yang cukup untuk mendewasakan pikiran seorang yang tak kunjung ingin dewasa.

6 Tahun Kawan! Bukanlah sebuah prestasi. Adalah sebuah luka yang akan terus membekas. Sebuah luka yang akan terus mengingatkan bahwa apa yang sebenarnya saya lakukan dengan waktu yang sangat berharga kecuali untuk mensia-siakannya.

6 Tahun Kawan! Waktu yang tak sedikit untuk menceritakan arti dari tiap tawa, keringat, dan air mata yang telah dilalui selama memegang gelar menjadi mahasiswa, dan dimanakah mahasiswa yang berumur 6 tahun itu sekarang?

6 Tahun Kawan! 6 Tahun! 6! Enam!

Wisuda adalah Fase di Penghujung Masa Kemahasiswaan

Ya, saya akhirnya lulus, setelah menyelesaikan ini-itu yang diperlukan mahasiswa untuk lulus, dan menunggu waktu untuk wisuda. Ah, wisuda, kata keramat bagi tiap mahasiswa manapun, sebuah akhir dari perjalanan kehidupan mahasiswa, yang sialnya tidak bisa saya ikuti…ARGH!

Saya mungkin bisa dibilang sebagai orang yang beruntung sekaligus sebagai orang yang tidak beruntung. Saya diterima sebagai seorang trainee di sebuah perusahaan yang entah mungkin khilaf ketika memilih calon pegawainya, dan menjalani pelatihan di saat yang sama dengan waktu wisuda saya. Oh, andaikan Doraemon itu nyata beserta pintu ke mana sajanya. Saya menjalani pelatihan di Jakarta sedangkan wisuda saya di Semarang. Satu-satunya cara agar saya bisa menghadiri wisuda saya adalah dengan meminta ijin, dan trainee tidak punya kuasa untuk itu. Oke, sebenarnya sih boleh, tapi paling diberikan ijin 1 hari, sedangkan saya setidaknya harus 2 hari, dan itu belum dengan segala kerepotan lainnya. So, saya setelah berunding dengan orang-tua memutuskan untuk tidak mengikuti wisuda.

Tindakan menolak untuk diwisuda adalah hampir sama laknatnya dengan menolak untuk disunat. Jadi mau bentuk kamu selaki-laki apapun, tapi kalau belum disunat maka kamu belum disebut pria dewasa. Sama seperti wisuda! Mau kamu lulus kayak gimana juga tapi kalau belum diwisuda maka sesungguhnya kamu belum meninggalkan gelar mahasiswamu. Coba bayangkan, bagaimana kamu bisa membuktikan kamu sudah lulus ke tamu yang berkunjung ke rumahmu tanpa foto wisuda? Saya yakin untuk itulah foto wisuda diciptakan, supaya bisa menutup mulut mereka ketika mereka ingin bertanya “sudah lulus?”.

Ah, lupakan mengenai wisuda. Hal penting yang perlu saya ingat adalah saya sudah lulus, saya sudah diberi kesempatan untuk belajar kembali sebagai trainee dan dibayar. Mengingat hal-hal itu saya sungguh mengira bahwa terkadang dunia sungguh tidak adil. Saya yang tidak cemerlang semasa kuliah dan menghabiskan 6 tahun penuh kemalasan diberikan kesempatan untuk bekerja, sedangkan mereka yang sungguh selalu mengisi kehidupan mereka dengan ketekunan dan dedikasi belum diberi kesempatan sebaik ini. Ataukah mungkin mereka disiapkan untuk tempat yang lebih baik? Ya! Saya yakin itu sebabnya.

Belajarlah dari Kegagalan, Kegagalan Manusia Lain

Saya gagal sebagai mahasiswa, saya terbujuk kemalasan, saya terbujuk ketakutan akan masa depan, terbujuk kegelapan dan kesenangan akan hidup diam. Saya tahu apa yang terjadi dengan teman-teman yang tak dapat menikmati bangganya lulus tepat waktu. Saya tahu apa yang sebenarnya terjadi. Jangan bohongi saya dengan alasan-alasan kuno seperti dosennya susah, materinya rumit, atau tak ada waktu. Saya tahu alasan sebenarnya, saya pernah mengalaminya, dan saya selalu menyesalinya. Ya, saya beruntung! Tapi pernahkah kamu berpikir bahwa keberuntungan hanyalah permainan Tuhan untuk menguji niat dan usahamu? Saya tidak akan menilai seseorang dari lamanya masa studinya, tapi kita semua tahu akan batas kewajaran. Maka mulailah berjalan kawan, ketika kakimu telah lupa caranya untuk berlari, dan kita semua akan bertemu di puncak dan mewariskan kegagalan kita bukan sebagai penyambung rantai reinkarnasi kegagalan tersebut namun justru sebagai pemutus rantai reinkarnasi kegagalan itu.

ttd

Dikki Mahasati

Advertisements
Categories: Zero Ground Tags: , ,
  1. December 5, 2011 at 8:57 pm

    uwoooowww bang dikki udah lulus.. selamat yah bang… jangan lupa foto wisudanya di pajang *oops*
    heheheh.. pokoknya selamat ya bang!! 😀

  2. December 6, 2011 at 8:26 pm

    iya yang ga wisuda jangan bersedih hati..di lain waktu kita foto wisuda sendiri…hiburan diri sendiri.. 😐

  3. December 6, 2011 at 9:20 pm

    Dikki..sedih banget bacanya -__-
    “6 Tahun Kawan! 6 Tahun! 6! Enam!”
    Seandainya waktu bisa diputar kembali..tapi buat apalah menyesali yg sudah terjadi.
    yg penting adalah masa depan,masa setelah kita melewati 6 tahun itu,hehe 😀
    Sukses trus ya dik disana,doakan temanmu ini juga segera menemukan keberuntungan 🙂

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: