Archive

Archive for the ‘Zero Ground’ Category

PUZZLE (Comicstrip)

May 10, 2013 8 comments

Puzzle_01Puzzle_02Puzzle_03Puzzle_04Puzzle_05Puzzle_06Puzzle_07

 

 

…it’s not about searching…

 

 

 

Puzzle_08

 

 

…it’s about changing

 

 

regards,

Dikki Mahasati

 

Advertisements

Kenapa Menggambar Saja Tidak Cukup

April 14, 2013 Leave a comment

Hai, sudah lama tidak bertemu. Untuk kesempatan kali ini saya menulis blog ini untuk membantu teman saya yang saat ini bekerja mengajar adik-adik kita. Well, di Sabtu siang itu, dikala saya tidak ingin melakukan sesuatu dan hanya ingin tidur di kasur seharian saya dikejutkan dengan sebuah sapaan yang tidak saya kira. Namanya Sekar, pacarnya Ipang, semoga masih pacarnya karena layar HP-nya Ipang masih ada gambarnya Sekar. Nah Ipang ini teman sekantor saya. Nah mereka berdua ini dulu teman kuliah saya satu angkatan di bawah saya. Nah Sekar ini sekarang mengikuti program yang dinamakan pengajar muda. Nah mereka berdua ini pacaran sejak saya masih berkuliah…ah, sudahlah, janganlah kita bergosip, mereka bukan artis.

Pada Sabtu siang itu, sebuah sapaan dilayangkan oleh Sekar, pacarnya Ipang, teman kuliah saya, salah satu pengajar muda (tolong kamu ingat karena saya malas menuliskannya berulang-ulang), dan dia ingin meminta tolong kepada saya. Ah, apakah dia meminta saya untuk memata-matai Ipang? Ya ampun, saya berprasangka buruk, ternyata dia meminta tolong mengenai salah satu muridnya yang katanya serupa dengan saya. Iya, muridnya, haruskah saya ulangi kalau Sekar adalah salah seorang pengajar muda? Ah kamukan sudah saya suruh mengingat. Jadi, kenapa Sekar meminta tolong kepada saya soal muridnya? Usut punya usut yang diterangkan oleh rangkaian pesan singkat dari Sekar bahwa seorang muridnya ini sungguh “nyeni”, dan dibesarkan oleh keluarga yang punya darah “nyeni”, walau saya sampai saat ini tidak begitu yakin apa yang dimaksud sebenarnya dengan kata “nyeni” ini. Tapi kata Sekar, itu teman saya yang sedang kita bicarakan ini, anak ini pintar dan suka sekali menggambar, masalahnya di lingkungan di mana sekolah masih dianggap sesuatu hal yang mewah dan aneh, anak ini kurang termotivasi untuk sekolah (Oke, sekarang saya mengerti kenapa dia bilang serupa dengan saya. Saya juga jarang termotivasi untuk belajar dan sekolah). Well, saya juga tidak tahu bagaimana cara memotivasi. Saya bukan Mario Teguh, bahkan kalau dipikir saya juga perlu motivasi agar semangat setiap hari ke kantor atau bekerja. Tapi yang saya tahu, pendidikan sangatlah penting. Saya cuma bisa menyarankan agar menghubungkan yang anak ini sukai dengan pelajaran yang bisa dia terapkan. Anak ini suka menggambar, jadi kenapa tidak menggunakan hal itu.

Saya sangat suka menggambar, dan perlu kamu tahu, bahwa orang-orang yang menggambar ternyata bisa frustasi juga. Kenapa? Simpel, karena otak kita membohongi kita. Pernahkah kamu mengatakan kepada seseorang,”Ah gitu aja sih mudah”, lalu ternyata kamu mengalami kesulitan melakukannya, dan kamu mengatakan “ternyata susah juga ya”. Nah dalam menggambar di sinilah otak kita membohongi kita, kita bisa membayangkan apa yang ingin kita gambar, otak kita seakan tahu apa yang ingin kita gambar, tapi kenyataannya kita tidak tahu detil dan apa yang harus kita torehkan di kertas agar sesuai dengan imajinasi kita. Lalu apa hubungannya dengan belajar? Justru di sinilah pentingnya belajar! Dengan belajar kita mulai mengaitkan imajinasi kita dengan kenyataan, dengan belajar kita menambah wawasan kita, melatih imajinasi kita. Belajar membuat kita lebih gampang melihat imajinasi kita. Ketika awal menggambar saya sangat suka sekali hanya mengandalkan imajinasi, tapi akhirnya saya marah sendiri, gambar saya tidak sesuai imajinasi, karena pikiran saya menolak gambar yang saya buat. Saya tidak suka menggambar dengan meniru gambar orang lain, saya lebih suka mengambil langsung dari foto nyata atau benda langsung atau dari konsep yang baru. Tapi imajinasi saya selalu terbatas oleh hal-hal yang tidak saya ketahui. Saya menjadi semakin tertarik dengan objek yang akan saya gambar, ada saat-saat saya tertarik dengan menggambar serigala, dan ternyata dengan mengetahui anatomi, alam dan cara hidup serigala saya jadi lebih mudah membuat serigala. Karena mengetahui hal-hal itu saya jadi lebih mudah berimajinasi, dan lebih mudah menerapkannya ke dalam kertas. Apalagi saya dulu mempunyai teman-teman arsitek yang luar biasa. Di situ saya paham, menggambar ternyata bukan hanya goresan di atas kertas saja. Apa gunanya jika seseorang bisa membuat gedung bertingkat tapi tidak ada seorangpun bisa masuk karena tidak ada pondasi dan tiang penyangga? Kompleks? Rumit? Iya, tapi menyenangkan. Di situlah proses yang menyenangkan dari menggambar, dari mengetahui apa saja yang kamu kuasai ketika menggambar.

Jadi kenapa membatasi diri? Belajarlah, dengan belajar kamu bisa melihat dunia dengan lebih luas, imajinasimu tak terkungkung oleh cuma apa yang terlihat, tapi kamu mulai bisa melihat fungsi dari yang kamu lihat, perhitungan, komposisi, dan itu membuat semua menjadi menarik. Saya benar-benar bukan motivator terbaik yang pernah ada. Tapi, ketika saya mulai belajar saya mulai menggambar dengan cara yang berbeda dan saya menyukainya.

 

NB : Saya hanya mampu membuat sebuah komikstrip sederhana untuk membantu memotivasi anak ini di sini.

ttd

Dikki Mahasati

Categories: Zero Ground

About Me (Quick Blog)

September 20, 2012 2 comments

Welcome to my blog!

Selamat datang wahai pengunjung blog yang memiliki waktu luang untuk berkunjung ke blog ini. Saya ucapkan salam kenal bagi tamu baru yang entah bagaimana caranya kamu bisa menemukan blog ini, dan saya ucapkan selamat datang kembali kepada kamu yang entah kenapa masih bermain ke blog ini.

 

Nama saya Dikki dengan dua huruf “K”

Ah maaf, betapa kasarnya saya untuk tidak memperkenalkan diri. Bagi yang sudah mengenal saya, mari kita berkenalan lagi. Karena mungkin saya lupa akan kamu, dan kamu mungkin lupa akan saya.

Nama? Oh iya, nama saya Dikki dengan dua huruf “K” (perhatikan ini baik-baik, karena kalau kamu salah menulisnya sesungguhnya di dalam hati saya sedang mengutuk kamu jadi panci bolong). Seorang pegawai kantoran yang “bekerja untuk memastikan koneksi kantor internet dapat digunakan”. Bukan, saya bukan yang bertanggung jawab atas jaringan kantor, baca lagi baik-baik.

BUKAN! Sudah saya bilang saya bukan yang memperbaiki jaringan kantor!

Baiklah! Saya akan jelaskan pekerjaan saya secara singkat. Saya datang pagi-pagi lalu membuka situs semacam google, yahoo, 9gag, wikipedia,  mangareader, beberapa blog dan berbagai macam situs lain untuk memastikan bahwa jaringan internet kantor baik-baik saja. Kalau tetiba ada yang tidak beres dengan koneksinya? Oh tentu saja saya protes lalu berhenti bekerja, lagipula tugas saya hanyalah memastikan koneksi internetnya bekerja dengan baik atau tidak.

….

….

APA MAKSUDMU DENGAN SAYA MAKAN GAJI BUTA!?

 

N.B . : Sampai saat ini penulis masih berusaha meyakinkan orang lain bahwa pekerjaannya adalah seorang  programmer dengan alasan terdengar keren.

ttd

Dikki Mahasati

Categories: Office, Zero Ground

Sometimes I Wished I Never Even Made This Blog

September 10, 2012 3 comments

Hai, iya, hai. Setelah sekian lama saya tidak mengupdate blog ini hanya kata “hai” yang terpikirkan oleh saya untuk memulai entah apa yang akan saya tulis di blog ini.

Kalau kalian berpikir saya sibuk sehingga tidak mengupdate blog ini, kalian tidak begitu salah. Komik Furi dan Giek pun terpaksa memasuki masa hiatus yang entah saya sendiri tidak yakin bisa melanjutkannya atau tidak. Tapi jangan khawatir, sekarang saya punya akun instagram (dikkimahasati) jika tertarik dengan doodle-doodle saya. Tapi bukan ini yang ingin saya tulis di kesempatan kali ini.

Ini saya di kantor, menunggu program laporan yang memakan watu untuk menghasilkan laporan, dan saya masih harus melakukan pengubahan. Saya merasa bosan, cukup bosan dengan segala rutinitas dan saya melakukan kesalahan. Saya membuka kembali arsip-arsip postingan blog lama saya.

Lalu saya melihatnya, saya melihat saya di waktu itu. Saya yang mungkin akan benci bertemu dengan saya di masa ini, dan saya yang akan saya benci jika bertemu di saat itu. Saya seakan melihat orang lain. Orang yang berbeda dengan kerangka yang sama. Tentu saya masih melihat diri saya di dia(saya di masa lalu) tapi dalam waktu yang sama saya tidak mengenal diri saya di masa ini. Saya terjebak dalam pemikiran yang sungguh, saat ini perlu saya gunakan untuk menyelesaikan pekerjaan saya.

Apa yang membedakan saya sekarang dengan saya yang dulu? Saya tidak yakin, saya cuma merasa saya yang sekarang lebih “simple”. Saya semakin menikmati kesederhanaan. Seperti doodle yang saya buat jika ada kesempatan, saya lebih merasa bebas dalam goresan-goresan dan bentuk-bentuk yang sederhana.

….

Kalian berpikir hanya itu yang saya tulis? Tidak! Tentu tidak. Ada hal yang sangat ingin saya buang dari diri saya saat ini yang berkenaan dengan diri saya di masa lalu.

Memori Tentang Dia

I cursed this blog! Karena dengan membacanya saya tahu saya pernah merasa nyaman bersama dengan orang lain. Mempercayakan hari esok seakan semua akan baik-baik saja selama dia ada di sisi. I cursed this blog for replaying the sweetest and the worst of my memory about what we called love. Saya sampai berharap saya tidak pernah menuliskannya di blog ini, atau saya berharap saya tidak pernah bertemu dengan dia? Saya tidak tahu. Saya tidak akan bilang kalau itu adalah sepenuhnya salah, tapi di sisi lain saya hanya ingin menjadi lupa. Bukan terhadap dia yang menimbulkan rasa ini, tapi terhadap rasa itu sendiri.

ttd

Dikki Mahasati

Categories: Zero Ground

I Don’t Want to Lose!

April 15, 2012 1 comment

Rasanya sudah lama sekali saya tidak menggambar selain untuk LunchBox Comedy, tapi saya masih suka melihat karya-karya orang lain.  Oh iya, bagi kalian yang belum tahu, saya akan menjelaskan kepada kalian walau saya tahu kalian tidak peduli tapi saya tetap akan menjelaskan kalau saya tidak selalu menggambar komikstrip. Bahkan saya mulai belajar menggambar dari contoh-contoh gambar manga.

Oh, ini membawa kenangan saya jauh kembali ke jaman saya masih sangat muda dan kecil. Saya ingat sekali pertama kali saya meminta teman saya mengajari saya untuk menggambar. Perlukah saya memberitahu kalau waktu itu saya meminta dia untuk mengajari saya menggambar Son Go Ku dari manga Dragon Ball?  Ah tidak penting, bukan itu yang saya ingin ceritakan.

Saya sangat menyukai gambar-gambar yang beraliran fantasy/manga/sci-fi/comic dll. Saya penggemar gambar, dan ketika saya mulai disibukkan oleh pekerjaan saya, saya mulai kehilangan waktu untuk menggambar. Selain untuk LunchBox Comedy, saya jarang menggambar. Jika saya menggambarpun levelnya adalah level doodle, bukan seperti gambar yang sering saya gambar dulu, yang membuat saya betah duduk berjam-jam hanya untuk menambah garis, bidang, arsiran, tapi saya tidak terlalu menanggapi rasa rindu itu sampai akhirnya…

Saya bosan dan melihat list kawan-kawan saya di facebook dan saya melihat dia, dia di halaman yang dianjurkan oleh facebook untuk saya tambahkan sebagai teman saya. Dia! Bagaimana saya bisa melupakan dia? Saya selalu melupakan orang-oang semasa sekolah saya, saya bahkan tidak bisa menyebutkan 10 teman SMP saya, tapi dia! Saya mengingatnya, karena satu hal, dan satu hal itu adalah gambar.

Saya masih ingat waktu itu kelas 3 SMP, pertama kali saya melihat dia menggambar. Begitu tegas goresan penanya, begitu berani, begitu…ah susah saya jelaskan. Saya dengan sifat kekanakan saya tidak puas, tidak puas akan diri saya, saya ingin lebih hebat dari dia! Itu yang membuat saya terus menggambar selama kelas 3 SMP, di kertas paling belakang buku matematika, di kertas cakaran ulangan matematika, di buku LKS matematika, dan itu membuat saya sadar saya membenci matematika. Saya secara tidak sadar telah menciptakan di otak pikiran saya seorang rival, dan saya kesal ketika gambarnya lebih bagus, dan senang ketika saya bisa sedikit lebih berkembang, dan saya selalu menemukan orang yang saya jadikan rival bahkan hingga kuliah, tapi saya melupakan semua rasa itu ketika bertemu apa itu yang saya namakan pekerjaan saat ini. Hingga pada akhirnya…

Dia muncul lagi. Dia yang waktu SMP selalu saya kejar, dia muncul lagi, dan dia masih menggambar, tidak, dia menjadikan gambar sebagai hidupnya. Sekarang dia menjadi illustrator yang berfokus pada digital illustration, sesuatu yang selama ini ingin saya pelajari seacara serius namun selalu terabaikan. Dia bekerja di media yang sangat saya idamkan, di Game developer, di Comic Industry dan di hal-hal lain yang bagi saya luar biasa, dan saat itu saya marah.

Saya memang kekanakan, saya tahu saya beruntung dengan semua pekerjaan dan lain sebagainya, tapi saya anak kecil yang ingin lebih dan lebih! Saya tidak mau kalah, saya tidak mau tertinggal, saya mau menggambar lagi dan lagi dan lagi! Saya mau melebihinya!

Saya mulai menggambar lagi, saya tahu saya harus mengejar banyak ketertinggalan saya, tapi gambar di atas adalah bukti saya masih bisa menikmati menggambar sama seperti waktu saya pertama kali menggambar karakter Son Go Ku dan semangat itu sudah kembali, dan sekali lagi…

…the battle begins.

N.B : Gambar di atas adalah Sun Go Kong dari cerita Cina “Perjalanan ke Barat”, Saya sangat menyukai karakter ini, entah kenapa.

ttd

Dikki Mahasati

Pray For Sumatra

April 12, 2012 1 comment

Sincerely

Dikki Mahasati

Categories: Zero Ground

To the HELLOFEST 8! ~Batman’s Voice~

February 7, 2012 3 comments

The Day We Called Saturday

Hari itu hari Sabtu, satu hari sebelum Minggu, dua hari sebelum hari Senin, dan Senin itu hari kerja, hari yang akan dipenuhioleh kesibukan dan kepenatan urusan kantor. Senin itu adalah hari yang tidak sedang akan kita bicarakan di sini melainkan Sabtu.
Tanggal empat Februari dua ribu dua belas, itu adalah hari Sabtu dimana saya merasa amat bosan dan jenuh. Seakan dunia ini masih saja berputar ke arah yang sama, dan saya masih saja mencoba untuk hidup dengan terus bernafas. Saya tidak mempunyai rencana apapun hari itu, bahkan ketika pada hari sebelumnya saya mengetahui ada acara yang menarik dengan jarak tempuh yang cukup dekat dengan menggunakan transportasi umum.

Ah, saya jadi harus menceritakan hari sebelumnya agar kamu mengerti maksud saya.

~

The Day Before Saturday

Itu saya pulang dari tempat saya menjadi trainee, setelah menunggu hujan deras yang tak kunjung behenti, setelah batal mengantarkan si Ardit ke stasiun karena hujan itu tadi, setelah berhasil membuat webservice untuk modul yang saya tidak yakin kamu tahu apa yang sedang saya bicarakan. Saya memandang timeline twitter, mungkin lebih tepatnya membaca, tapi dengan alasan biar terlihat dramatis maka saya memilih kata “memandang”. Adalah itu si Agnest menulis di timeline-nya mengenai acara yang bernama HELLOFEST. Itu acara yang dipenuhi dengan cosplay, festival film pendek, para pelaku industri kreatif dan masih banyak lagi yang berhubungan dengan pop culture lainnya (jangan malas, googling sana! Atau kalau tidak mau repot buka saja http://hellofest.com). Ah, sebuah rencana yang bagus untuk hari Sabtu saya. Tapi saya malas.

~

Back to Saturday

Saya malas, saya hobi malas, saya suka bermalas-malasan, tapi di hari itu, di hari Sabtu itu, saya bosan. Saya bosan bermalas-malasan, saya ingin sesuatu yang menarik. Karena lari bugil di keramaian dianggap sebagai hal yangtidak pantas untuk dilakukan di masyarakat yang dikatakan bernorma ini, saya terpaksa harus mencari cara untuk menghilangkan kebosanan saya dengan cara yang lain.
Dan saya teringat akan acara itu, acara HelloFest itu, acara yang akan diadakan seharian itu, acara yang diadakan di Balai Kartini itu, acara yang selanjutnya akan saya datangi siang itu.

~

HelloFest. No. THE HELLOFEST!

Itu saya, dengan kaos dari Kamboja yang dibelikan oleh kakak saya, dengan tas ransel hitam yang juga dibelikan oleh kakak saya, dan dengan menenteng Xperia Play yang selalu terpasang pada mode camera. Itu saya, yang berkeliaran mondar-mandir, yang seenak udelnya mengambil foto para cosplayer, yang sembarangan menertawakan tingkah laku manusia-manusia yang berada di situ.

Ini beberapa foto yang saya ambil ketika berada di sana.

Great Garo Cosplay! GRAOH!

~

Remember Kid! May the force be with you. Always.

~

Ghost Rider with fat

~

Otaku & boobies

~

My Review

HelloFest8 was great! Seru, ramai, menyenangkan. Sayang saya tidak bisa mengikuti beberapa acara yang sepertinya mengasyikkan seperti lelang toys, festival film pendek dan segudang acara lainnya. Acara ini patut untuk didatangi dan disaksikan. Bukan hanya untuk para cosplayer, tapi juga untuk para pelaku industri kreatif lainnya. Memang HelloFest8 ini mengambil subjudul AnimaExpo, tapi pada kenyataannya HelloFest adalah acara yang diperuntukkan untuk segala jenis pop culture.

Acara ini sungguh menjadi hiburan tersendiri bagi kaum muda saat ini yang sangat dipengaruhi oleh komik, manga, animasi, dan teknologi.

Tapi, saya merasa ada yang kurang dari acara ini. Walau ada yang namanya bazaar tapi saya tidak bisa menemukan sesuatu yang bisa dibeli. Maksud saya, bukan karena di situ barangnya tidak boleh dibeli atau harganya selangit. Tapi lebih ke item yang dijual. Tentu saja saya ingin membeli sesuatu yang menunjukkan saya datang ke acara yang hebat ini sebagai suvenir dan kenang-kenangan, tapi saya tidak menemukan sesuatu yang khas. Harusnya ada kaos khusus yang dibuat untuk acara itu yang bisa dibeli, atau toys yang dibuat khusus bertuliskan HelloFest8, atau bahkan gantungan kunci khusus yang hanya bisa dibeli di acara itu.

Tentu saja semua itu hanya opini pribadi. Yang jelas, saya senang, saya bahagia, saya terbebas dari rasa bosan saya walau hanya sejenak, saya mendapat sesuatu yang bisa saya ceritakan kepada orang lain atau setidaknya saya tulis di blog ini.

Ah, saya tidak sabar menunggu acara HelloFest berikutnya!

regards

Dikki Mahasati

%d bloggers like this: