Archive

Posts Tagged ‘komik’

PUZZLE (Comicstrip)

May 10, 2013 8 comments

Puzzle_01Puzzle_02Puzzle_03Puzzle_04Puzzle_05Puzzle_06Puzzle_07

 

 

…it’s not about searching…

 

 

 

Puzzle_08

 

 

…it’s about changing

 

 

regards,

Dikki Mahasati

 

To the HELLOFEST 8! ~Batman’s Voice~

February 7, 2012 3 comments

The Day We Called Saturday

Hari itu hari Sabtu, satu hari sebelum Minggu, dua hari sebelum hari Senin, dan Senin itu hari kerja, hari yang akan dipenuhioleh kesibukan dan kepenatan urusan kantor. Senin itu adalah hari yang tidak sedang akan kita bicarakan di sini melainkan Sabtu.
Tanggal empat Februari dua ribu dua belas, itu adalah hari Sabtu dimana saya merasa amat bosan dan jenuh. Seakan dunia ini masih saja berputar ke arah yang sama, dan saya masih saja mencoba untuk hidup dengan terus bernafas. Saya tidak mempunyai rencana apapun hari itu, bahkan ketika pada hari sebelumnya saya mengetahui ada acara yang menarik dengan jarak tempuh yang cukup dekat dengan menggunakan transportasi umum.

Ah, saya jadi harus menceritakan hari sebelumnya agar kamu mengerti maksud saya.

~

The Day Before Saturday

Itu saya pulang dari tempat saya menjadi trainee, setelah menunggu hujan deras yang tak kunjung behenti, setelah batal mengantarkan si Ardit ke stasiun karena hujan itu tadi, setelah berhasil membuat webservice untuk modul yang saya tidak yakin kamu tahu apa yang sedang saya bicarakan. Saya memandang timeline twitter, mungkin lebih tepatnya membaca, tapi dengan alasan biar terlihat dramatis maka saya memilih kata “memandang”. Adalah itu si Agnest menulis di timeline-nya mengenai acara yang bernama HELLOFEST. Itu acara yang dipenuhi dengan cosplay, festival film pendek, para pelaku industri kreatif dan masih banyak lagi yang berhubungan dengan pop culture lainnya (jangan malas, googling sana! Atau kalau tidak mau repot buka saja http://hellofest.com). Ah, sebuah rencana yang bagus untuk hari Sabtu saya. Tapi saya malas.

~

Back to Saturday

Saya malas, saya hobi malas, saya suka bermalas-malasan, tapi di hari itu, di hari Sabtu itu, saya bosan. Saya bosan bermalas-malasan, saya ingin sesuatu yang menarik. Karena lari bugil di keramaian dianggap sebagai hal yangtidak pantas untuk dilakukan di masyarakat yang dikatakan bernorma ini, saya terpaksa harus mencari cara untuk menghilangkan kebosanan saya dengan cara yang lain.
Dan saya teringat akan acara itu, acara HelloFest itu, acara yang akan diadakan seharian itu, acara yang diadakan di Balai Kartini itu, acara yang selanjutnya akan saya datangi siang itu.

~

HelloFest. No. THE HELLOFEST!

Itu saya, dengan kaos dari Kamboja yang dibelikan oleh kakak saya, dengan tas ransel hitam yang juga dibelikan oleh kakak saya, dan dengan menenteng Xperia Play yang selalu terpasang pada mode camera. Itu saya, yang berkeliaran mondar-mandir, yang seenak udelnya mengambil foto para cosplayer, yang sembarangan menertawakan tingkah laku manusia-manusia yang berada di situ.

Ini beberapa foto yang saya ambil ketika berada di sana.

Great Garo Cosplay! GRAOH!

~

Remember Kid! May the force be with you. Always.

~

Ghost Rider with fat

~

Otaku & boobies

~

My Review

HelloFest8 was great! Seru, ramai, menyenangkan. Sayang saya tidak bisa mengikuti beberapa acara yang sepertinya mengasyikkan seperti lelang toys, festival film pendek dan segudang acara lainnya. Acara ini patut untuk didatangi dan disaksikan. Bukan hanya untuk para cosplayer, tapi juga untuk para pelaku industri kreatif lainnya. Memang HelloFest8 ini mengambil subjudul AnimaExpo, tapi pada kenyataannya HelloFest adalah acara yang diperuntukkan untuk segala jenis pop culture.

Acara ini sungguh menjadi hiburan tersendiri bagi kaum muda saat ini yang sangat dipengaruhi oleh komik, manga, animasi, dan teknologi.

Tapi, saya merasa ada yang kurang dari acara ini. Walau ada yang namanya bazaar tapi saya tidak bisa menemukan sesuatu yang bisa dibeli. Maksud saya, bukan karena di situ barangnya tidak boleh dibeli atau harganya selangit. Tapi lebih ke item yang dijual. Tentu saja saya ingin membeli sesuatu yang menunjukkan saya datang ke acara yang hebat ini sebagai suvenir dan kenang-kenangan, tapi saya tidak menemukan sesuatu yang khas. Harusnya ada kaos khusus yang dibuat untuk acara itu yang bisa dibeli, atau toys yang dibuat khusus bertuliskan HelloFest8, atau bahkan gantungan kunci khusus yang hanya bisa dibeli di acara itu.

Tentu saja semua itu hanya opini pribadi. Yang jelas, saya senang, saya bahagia, saya terbebas dari rasa bosan saya walau hanya sejenak, saya mendapat sesuatu yang bisa saya ceritakan kepada orang lain atau setidaknya saya tulis di blog ini.

Ah, saya tidak sabar menunggu acara HelloFest berikutnya!

regards

Dikki Mahasati

Senam Pagi Hore

December 31, 2011 2 comments

Itu hari Jumat, Itu hari dimana saya mulai menuliskan post ini. Itu hari waktu pagi. Hari itu saya bangun pagi, bukan karena ingin, bukan karena suka, bukan pula karena kebetulan. Itu karena kantor saya, bukan kantor milik saya, tapi kantor tempat saya menjadi trainee menetapkan dengan semena-mena bahwasanya setiap Jumat pagi haruslah diadakan senam pagi, dan tahukah kamu bahwa kalimat ini sungguhlah amat sangat panjang apalagi jika saya tambahkan penjelasan bahwa kalau kalimat yang saya katakan ini amat sangat panjang?

Jadi pagi itu saya mengikuti senam pagi dan tentu saja bukan saya saja, adalah itu si Deni, itu si Yuda, itu si Rommy, mana si Ardit? Ah itu dia telat, dan seluruh pegawai kantor. Saya mulai sadar bahwa di dalam barisan senampun ada itu yang namanya pola pengelompokan. Pengelompokan ini biasanya berdasarkan di mana orang itu berletak saat senam. So, saya bagi menjadi 3 golongan penting menurut barisan yaitu baris depan atau kita sebut barisan” 120%”, baris tengah alias barisan “eksis”, dan baris belakang alias barisan “peduli amat dengan senam yang penting sarapannya”.

Baris Depan / The 120% People

Barisan ini adalah tempat manusia-manusia yang diberkahi dengan “kreatifitas” dan tenaga yang “agak” berlebih. Jadi ketika instruktur senam mengajak jalan di tempat maka mereka merasa itu adalah hal yang membosankan dan mulai berlari mengelilingi lapangan sepak bola. Ketika instruktur mengajak untuk menengadahkan kepala mereka merasa itu belum cukup dan melakukan kayang. Terakhir saya melihat mereka melakukan tarian memanggil hujan ketika instruktur berusaha mengajari gerakan poco-poco.

Baris Tengah / Gue Senam Maka Gue Eksis

Barisan ini adalah tempat di mana mereka yang eksis bertempat tinggal dan membangun peradaban. Kenapa berada di tengah? Oh, mereka haruslah mandi dulu, dandan dulu, pakai bedak dulu, dan memilih baju dan celana senam (Ooh! Look at that ass!) yang matching. Makanya mereka mendapatkan barisan tengah. Mereka menikmati senam sebagai ajang untuk berkumpul bersama kawan-kawan.

Baris Belakang / Nom Nom Nom

Mandi? Nanti sajalah. Baju? Ya, yang dipakai tidur tadi malam. Senam? Kami penganut gerakan ekstrimis minimalis. Sarapan? MANA!? BERIKAN SIOMAY ITU!! UOAAAAGH!!! THIS IS SPARTAAAAAAH!!!

ttd

Furiku88

Ninja Trick!

June 14, 2011 Leave a comment

ttd

Ninja

Apa Yang (Sebenarnya) Terjadi Ketika Kamu Menghubungi Customer Service

April 30, 2011 2 comments

Kita tentu tidak menghendaki jika barang yang kita punyai rusak, tapi apa mau di kata. Takdir terkadang berkata lain, dan biasanya daripada repot membawa produk kita ke service center terdekat, kita berusaha untuk mendapatkan bantuan dengan menelepon customer service yang biasanya dicantumkan pada kemasan atau nota produk yang kita beli. Tapi apakah yang sebenarnya terjadi ketika kita menelepon?

1. Ketika kamu menelepon

Biasanya kita akan menunggu agak lumayan lama sebelum akhirnya panggilan kita dijawab.

~(*)~

2. Ketika panggilan itu akhirnya terjawab


Setelah panggilan kita dijawab, biasanya kita nyerocos mengenai masalah yang kita hadapi. Jangan lakukan, itu hanya pembuangan tenaga secara sia-sia, karena biasanya kamu malah ditanyai data-data pribadi yang terkadang tidak perlu.

dan akhirnya, kamu harus menceritakan kembali masalahmu

~(*)~

3. Ketika cerita itu selesai

Akhirnya cerita masalahmu selesai, dan sang customer service mengatakan akan mencari solusi masalahmu, atau akan berusaha menyelesaikan masalahmu dengan memeriksanya di databse komputernya. Tapi yang terjadi adalah kamu disuruh menunggu sambil mendengarkan lagu-lagu dari telepon yang kamu gunakan.

~(*)~

4. Ketika solusi itu diberikan

Well, kamu pasti juga tahu solusinya.

ttd

furiku88

NB : Saya cuma bercanda kok, jangan diambil hati. Saya yakin banyak customer service yang bekerja dengan sungguh-sungguh, cuma terkadang kita merasa kesal ketika kita tidak mendapatkan solusi yang cepat, maka bersabarlah kawan.


SUPERMOON!

March 20, 2011 1 comment

LOOK UP IN THE SKY! IT’S A BIRD! IT’S A PLANE! NO! IT’S SUPERMOON!

Malam ini si Bulan sedang ramai dibicarakan. Jaraknya yang dikatakan terdekat dengan bumi  sehingga terlihat lebih besar adalah salah satu penyebabnya. Tentu saja, momen ini tidak lepas dari kesewenang-wenangan manusia untuk menyebutnya sebagai “SUPERMOON” (bc : supermun).

Terlepas dari keberadaan si Supermoon ini, banyak yang tidak beruntung karena tidak bisa melihatnya. Hujanlah, mendunglah, apalah pokoknya alasan untuk tidak bisa melihat bulan, dan kita sekali lagi diingatkan kalau ada bulan di luar sana.

Sama seperti kejadian di hidup kita, yang mungkin tak pernah kita sadari sebelum jaraknya begitu dekat dengan kita. Panik ujian ketika malam sebelumnya, tidak peduli akan seseorang sebelum dia menjadi pacar kita, atau bahkan takut ketika jarum suntik mulai mendekati permukaan kulit kita. Begitu banyak kejadian di hidup kita yang mungkin sedang mendekat secara perlahan tapi pasti. Apakah kita siap? Ataukah kita akan melewatkan momen indah kehidupan kita karena terhalang oleh hujan dan mendung?

ttd

furiku88

Furi, Giek, dan Video Mirip-miripan

July 9, 2010 4 comments

> Saya Geek
~ Saya Freak
>~ Kami adalah Freak dan Geek!

> Kasus mengenai video dewasa mirip artis telah menghisap perhatian publik ke taraf yang bahkan tidak pernah dibayangkan sebelumnya.
~ Terlepas dari siapa artis video itu, kami ingin mengutarakan pendapat kami mengenai kasus ini.
> Yap, kami akan membahasnya melalui kacamata intelektual kami.
~ Ini kami lakukan demi perdamaian dunia. Ya! Perdamaian dunia! Karena jika kasus ini tidak dituntaskan, maka kasus-kasus lain yang lebih penting dan menyangkut hajat hidup orang banyak akan terabaikan.
> Ya! Dan kami bosan menonton acara gosip yang berisi itu-itu melulu! Berikan kami berita mengenai pantat Angelina Jolie! Berikan kami berita mengenai operasi bulu hidung Sule! Berikan kami berita mengenai anjingnya Pidi Baiq menikah dengan kucing tetangganya! Mana berita-berita itu!? Mana!?
~ Geek…sadar…
> Oh, maaf. Sebagai penggemar infotainment saya suka terbawa suasana.
~ Kamu menonton infotainment?
> Hanya pada waktu senggang.
~ …

> Kami berdua telah membicarakan mengenai kasus ini dengan seorang penulis ternama bernama Paul Cullen.
~ Ya, mungkin kamu tidak kenal, tapi dia cukup terkenal di dunia(komik) kami.
> Dengan bijaksana, Paul (bukan gurita) menceritakan mengenai “sang penjual paku dan penebar paku”
~ Lalu, dengan komputer milik “dia-yang-masih-berusaha-kami-hidupkan-karena-kami-memukul-kepalanya-terlalu-keras”, kami ceritakan kembali melalui komikstrip

> Dengan melihat cerita di atas tentu saja penafsiran tiap orang akan berbeda.
~ ada yang menyalahkan penjual paku, ada yang menyalahkan penyebar paku, atau bahkan yang mengendarai mobil.
> ada yang menganggap penyebar paku adalah penyebar video, ada yang menganggap penyebar paku adalah infotainment, macam-macamlah penafsirannya.
~ Karena itu kami sangat mengagumi Paul Cullen.
> Dari cerita komik di atas kami hanya ingin menunjukkan keadaan yang terjadi saat ini. Supaya kita sadar di mana batas kita sebagai seorang penonton. Berita ditampilkan hanya karena ada yang ingin menontonnya.
~ Dan kami ingin menonton acara yang menampilkan trio macan menyanyikan lagu jazz!
> Itu berlebihan Furi, nanti yang ada mereka cuma memutar-mutarkan kepalanya sebagai kipas angin untuk anggota band yang lain.

~ Soal permintaan maaf?
> Ah iya, permintaan maaf. Perlukah mereka meminta maaf pada publik? Perlu! Karena gara-gara mereka, setiap warnet tidak menyimpan video dewasa lagi!
~ Jadi selama ini kamu ke warnet untuk itu?
> err…intinya, kesalahan yang mereka lakukan bukanlah kepada kita, publik. Kesalahan mereka adalah kepada mereka yang bersangkutan, keluarga mereka, pasangan mereka dan Tuhan mereka. Kita sebagai penonton, siapalah kita? Tugas kita adalah melindungi dari mereka yang belum bisa memilah antara baik dan buruk.
~ Benar, tugas kita adalah melindungi generasi yang belum dewasa, dan mendewasakan masyarakat yang tak-kunjung-dewasa. Bukan mengurusi urusan rumah tangga orang lain. Apa urusan kamu ketika tahu jika benar memang mereka yang melakukannya? Ada manfaatnya? Tidak! Jadi, pikirkan hal yang lebih penting seperti ‘kenapa ayam berkokok dan tidak menggonggong’.

ttd
Freak&Geek

%d bloggers like this: